Indonesia Sebagai Anggota OPEC

Indonesia Sebagai Anggota OPEC

Gambar Logo OPEC @Doc. Google.
Peranan Indonesia
Indonesia pertama kali bergabung dengan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada tahun 1962. Sejak menjadi negara anggota, Indonesia ikut berperan aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan OPEC, khususnya dalam penentuan arah dan kebijakan dalam rangka menstabilisasi jumlah produksi serta harga minyak di pasar internasional.

Sejak berdirinya Sekretariat OPEC di Wina, Austria tahun 1965. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Wina, terlibat aktif dalam penanganan masalah subtansi serta diplomasi di berbagai persidangan yang diselenggarakan oleh OPEC dan kegiatan pemantau harga minyak.

Begitu besar peran yang ditunjukan Indonesia selama menjadi anggota OPEC, menjadikan Indonesia dipercaya sebagai Sekjen OPEC dan Presiden Konferensi OPEC untuk pertama kali pada tahun 1969. Sejak saat itu, Indonesia sempat beberapa kali dipercaya kembali sebagai Sekjen OPEC, yakni tahun 1988 dan yang terakhir tahun 2004.

Hambatan Indonesia
Selama menjadi anggota OPEC, Indonesia sempat mengalami hambatan, khususnya menjelang tahun 2008. Dampak dari krisis dan kenaikan harga minyak dunia yang terjadi di awal tahun, mengakibatkan posisi Indonesia di lembaga OPEC menjadi diragukan. Bahkan di dalam negeri, statuta kenggotaan Indonesia di OPEC juga menjadi wacana perdebatan berbagai pihak.

Kenaikan harga minyak dunia ternyata berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Harga minyak yang tinggi mengakibatkan pengeluaran untuk barang dan jasa lain berkurang dikarenakan pengeluaran untuk minyak yang naik. Meskipun pada mulanya kenaikan harga minyak tersebut memberikan pendapatan yang besar, akan tetapi pergeseran terms of trade yang terjadi di Indonesia membuat pendapatan langsung berkurang karena kekakuan upah riil, harga dan struktural dalam perekonomian. Akibat permasalahan yang terjadi di dalam negeri, akhirnya Indonesia mengumumkan akan keluar dari anggota OPEC pada Maret tahun 2008.

Lembaga OPEC kemudian mengkomfirmasi keluarnya Indonesia sebagai negara anggota pada tanggal 10 September 2008. Keputusan itu diambil setelah Indonesia dianggap mampu lagi sebagai negara produsen minyak, melainkan telah menjadi negara pengimpor minyak (net importer). Sejak saat itu, Indonesia harus menjadi negara peninjau dan membayar biaya 2 juta dollar untuk iuran (http://www.opec.org).

Peluang Indonesia
Meskipun secara ekonomi keanggotaan peninjau Indonesia di OPEC diwajibkan untuk tetap membayar iuran keanggotaan sebesar US$ 2 juta setiap tahunnya. Namun posisi tersebut juga memberikan beberapa keuntungan disamping hambatan-hambatan yang terjadi di atas. Adapun keuntungan yang didapatkan Indonesia seperti keuntungan politis, yaitu sebagai berikut:

• Meningkatkan posisi Indonesia pada proses tawar-menawar dalam hubungan internasional.
Kedudukan Menteri ESDM dalam kapasitasnya sebagai Presiden Konferensi OPEC sekaligus Akting Sekjen OPEC pada tahun 2004, telah memberikan posisi tawar yang sangat tinggi dan strategik serta kontak yang lebih luas dengan negara-negara produsen minyak utama lainnya.

• Peningkatan citra Indonesia di luar negeri. 
Pemberitaan mengenai persidangan dan kegiatan OPEC lainnya yang sangat luas secara otomatis dapat mengangkat citra negara anggota. Perhatian media massa lebih terfokus ketika pejabat Indonesia (Menteri ESDM) memegang jabatan sebagai Presiden Konferensi OPEC.

• Peningkatan solidaritas antar negara berkembang. 
Di dalam forum-forum OPEC, semua negara anggota memiliki visi dan misi yang sama di bidang energi serta menjadikan OPEC sebagai wahana bersama untuk meningkatkan rasa persaudaraan sesama negara anggota dan negara berkembang lainnya.

• OPEC Fund 
Lembaga keuangan OPEC telah memberikan bantuan dana darurat sebesar 1,2 juta Euro, dimana separuhnya diperuntukkan bagi Indonesia, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Sumatera Utara yang dilanda gempa bumi dan tsunami pada akhir tahun 2004.

• Akses terhadap Informasi. 
Sebagai anggota OPEC, Indonesia mendapat akses terhadap informasi, baik yang bersifat terbuka dari Sekretariat OPEC maupun informasi rahasia mengenai dinamika pasar minyak bumi. Di samping itu, Indonesia memiliki kesempatan untuk menempatkan SDM-nya untuk bekerja di Sekretariat OPEC. Hal ini merupakan investasi jangka panjang karena akan dapat menjadi network bagi Indonesia di masa datang.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh OPEC, lembaga ini memiliki peranan penting khususnya mentukan produksi dan harga minyak dunia, diperkirakan hingga sampai tahun 2025. Hal ini dikarenakan pasar negara-negara OPEC dianggap masih lebih besar daripada negara-negara non-OPEC. Peranan OPEC yang penting dapat dilihat selama tahun 2004, di mana saat harga minyak mentah dunia melambung tinggi, OPEC mampu menstabilkan dengan menjaga pasokan minyak dunia. 

Posisi keanggotaan Indonesia di OPEC masih diperlukan oleh negara-negara anggota lainnya. Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki dan selalu menjaga solidaritas OPEC serta selalu berusaha membangun dialog konstruktif serta konsekuensus di dalam OPEC. Lembaga OPEC tetap membutuhkan Indonesia sebagai faktor penyeimbang dalam komposisi negara-negara anggota. Sehubungan dengan itu, Indonesia merupakan satu-satunya negara Asia yang menjadi anggota OPEC selain negara-negara Timur Tengah yang mendominasi. Oleh karena itu, posisi Indonesia dianggap membantu perbaikan citra OPEC di dunia internasional.

Daftar Sumber:
Bappenas, 2008. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). (Online). (Diakses Senin 13 Maret 2017).
BBC Indonesia. 2008. Indonesia Akan Tinggalkan OPEC. (Online). (Diakses Senin Senin 13 Maret 2017).
Ibu Nuur. 2013. Sejarah dan Latar Belakang Organisasi. (Online). (Diakses Senin 13 Maret 2017).
Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). (Online). (Diakses Senin 13 Maret 2017).
Robbins, Stephen P.,2006. Prilaku Organisasi: Kelompok Gramedia.
Sejarah Negara. Sekilas Tentang OPEC. (Online) (Diakses Senin 13 Maret 2017).
Wikipedia. OPEC. (Online). (Diakses Minggu 12 Maret 2017).

Penulis: 
Mhd. Saifullah
Editor:

Organisasi dan Manajemen OPEC

Organisasi dan Manajemen OPEC

Gambar Logo OPEC @Doc. Google.
Organisasi dapat diartikan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari dua orang atau lebih dan memiliki tujuan yang sama. Menurut Stephen (4:2006) organisasi merupakan sebuah unit sosial yang dengan sengaja dikelola, yang terdiri atas dua orang atau lebih, yang berfungsi secara relatif dan terus menerus untuk mencapai suatu sasaran atau serangkaian sasaran bersama. Oleh karena itu, untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan maka harus dibentuk manajemen yang akan menjalankan setiap rencana dan tugas agar lebih terarah atau terorganisir.

Di dalam Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) juga memiliki manajeman organisasi yang mengatur tugas dari lembaga. Adapun manajemen dalam tubuh OPEC terdiri dari Konferensi, Dewan Gubernur, dan Sekretaris (Sekjen), serta dibantu dengan badan-badan lainnya.

1. Konferensi
Konferensi OPEC merupakan bagian manajemen tertinggi yang ada di dalam tubuh OPEC, berupa pertemuan yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun. Akan tetapi, pertemuan tersebut dapat dilaksanakan lebih atau extraordinary, apabila diperlukan.

Konferensi OPEC dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden OPEC yang dipilih berdasarkan hasil dari keputusan konferensi pada saat pertemuan. Di dalam pelaksanaannya, konferensi dijalankan berdasarkan dari wakil-wakil atau delegasi setiap negara anggota OPEC. Semua negara anggota yang telah terwakilkan mempunyai satu hak suara di dalam konferensi. Oleh karena itu, keputusan yang diambil dalam konferensi merupakan persetujuan yang didapatkan dari negara-negara anggota.

Tugas dari Konferensi OPEC yakni merumuskan kebijakan umum organisasi dan mencari upaya  untuk mengimplementasikan kebijakan. Sehubungan dengan itu, pertemuan Konferensi OPEC juga bertugas mengukuhkan penunjukan anggota Dewan Gubernur dan Sekretaris Jenderal OPEC.
2. Dewan Gubernur
Dewan Gubernur OPEC merupakan kumpulan gubernur yang telah dipilih oleh masing-masing anggota negara OPEC sebagai perwakilan dalam bersidang. Gubernur yang terpilih melaksanakan sidang Dewan Gubernur sedikitnya dua kali dalam satu tahun. Pertemuan lebih (extraordinary) Dewan Gubernur OPEC dapat dilaksanakan atas permintaan Ketua Dewan, Sekretaris Jenderal, atau 2/3 dari anggota Dewan Gubernur OPEC.

Dewan Gubernur OPEC memiliki beberapa tugas yang, yakni sebagai berikut:
  • Melaksanakan keputusan Konferensi OPEC; 
  • Memutuskan dan mempertimbangkan laporan-laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal OPEC; 
  • Memberikan rekomendasi dan laporan kepada pertemuan Konferensi OPEC;
  • Membuat anggaran keuangan organisasi dan menyerahkan kepada Sidang Konferensi setiap tahun; 
  • Mempertimbangkan semua laporan keungan dan menunjuk seorang auditor untuk masa tugas selama satu tahun; 
  • Menyetujui penunjukan direktur-direktur divisi, kepala bagian yang diusulkan negara anggota; 
  • Menyelenggarakan pertemuan Extraordinary Konferensi OPEC dan mempersiapkan agenda sidang. 

Dewan Gubernur dipimpin seorang Ketua dan Wakil Ketua yang berasal dari para Gubernur OPEC yang telah dipilih oleh negara-negara anggota dan telah disetujui dalam Pertemuan Konferensi OPEC dengan masa jabatan selama satu tahun.

3. Sekretaris Jenderal (Sekjen)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) merupakan badan pelaksana eksekutif organisasi yang sesuai dengan statuta dan pengarahan dari Dewan Gubernur. Sekjen juga merupakan wakil resmi dari lembaga OPEC yang telah dipilih. 

Pemilihan Sekjen dilakukan setiap tiga tahun sekali sesuai dengan lamanya periode tugas. Akan tetapi, tugas Sekjen dapat diperpanjang (terpilih kembali) satu kali untuk periode masa jabatan yang sama. Sehubungan dengan itu, untuk dapat menjabat, Sekretaris Jenderal harus berasal dari salah satu negara anggota OPEC.

Di dalam menjalankan tugasnya, Sekjen bertanggung jawab kepada Dewan Gubernur dengan mendapat bantuan dari para kepala divisi dan bagian yang sudah dibentuk.

Daftar Sumber:
Bappenas, 2008. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). (Online). (Diakses Senin 13 Maret 2017).
BBC Indonesia. 2008. Indonesia Akan Tinggalkan OPEC. (Online). (Diakses Senin Senin 13 Maret 2017).
Ibu Nuur. 2013. Sejarah dan Latar Belakang Organisasi. (Online). (Diakses Senin 13 Maret 2017).
Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). (Online). (Diakses Senin 13 Maret 2017).
Robbins, Stephen P.,2006. Prilaku Organisasi: Kelompok Gramedia.
Sejarah Negara. Sekilas Tentang OPEC. (Online) (Diakses Senin 13 Maret 2017).
Wikipedia. OPEC. (Online). (Diakses Minggu 12 Maret 2017).

Penulis: 
Mhd. Saifullah
Editor:

Fungsi dan Tujuan OPEC

Fungsi dan Tujuan OPEC

Gambar Logo OPEC @Doc. Google
Fungsi dan tujuan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dibuat setelah 40 tahun lembaga ini berdiri dan dibahas dalam konferensi yang mempertemukan wakil atau kepala delegasi dari negara-negara anggota. Menyatukan kebijakan-kebijakan tentang perminyakan dengan cara berkoordinasi dengan negara-negara anggota, menjadi bahan pembahasan dalam meningkatkan harmonisasi, stabilitas, dan hubungan mereka di pasar dunia.

Pertemuan yang dipimpin oleh Dewan Gubernur serta dilaksanakan Sekretaris Jenderal, didukung oleh berbagai badan organisasi seperti Sekretariat OPEC, serta Dewan Komisi Ekonomi dan Sub Komite Monitoring Kementerian. Situasi pasar minyak dan meramalkan fundamental pasar, seperti permintaan minyak, pertumbuhan ekonomi, dan persediaan minyak, menjadi pertimbangan dalam pertemuan tersebut. Oleh karena itu, anggota OPEC mencoba melakukan perubahan dengan menerapkan berbagai strategi untuk mencapai tujuan dari lembaga.

Adapun dalam pertemuan tersebut menghasilkan ketetapan mengenai tujuan dan fungsi dari OPEC yang akan dicapai kedepannya. 

Fungsi OPEC yaitu untuk menstabilkan harga minyak dunia dengan mengimplementasikan yang diterapkan melalui beberapa cara, yaitu sebagai berikut:
• Koordinasi dan unifikasi kebijakan perminyakan antara negara anggota;
• Menetapkan strategi yang tepat untuk melindungi kepentingan negara anggota;
• Menerapkan cara-cara untuk menstabilkan harga minyak di pasar internasional sehingga tidak terjadi fluktuasi harga;
• Menjamin income yang tepat bagi negara-negara produsen minyak;
• Menjamin suplai minyak bagi konsumen;
• Menjamin kembalinya modal investor di bidang minyak.

Tujuan dari lembaga ini yakni memelihara dan meningkatkan peran dari minyal sebagai sumber energi utama dalam mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan. Sejak pertama kali didirikan, OPEC memiliki dua tujuan, yakni tujuan ekonomi dan tujuan politik.

Tujuan Ekonomi, yaitu mempertahankan harga minyak dunia dan menentukan harga sehingga menguntungkan negara-negara produsen;

Tujuan politik, yaitu mengatur hubungan dengan perusahaan-perusahaan minyak asing atau pemerintah negara-negara konsumen.

Daftar Sumber:
Bappenas, 2008. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). (Online). (Diakses Senin 13 Maret 2017).
BBC Indonesia. 2008. Indonesia Akan Tinggalkan OPEC. (Online). (Diakses Senin Senin 13 Maret 2017).
Ibu Nuur. 2013. Sejarah dan Latar Belakang Organisasi. (Online). (Diakses Senin 13 Maret 2017).
Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). (Online). (Diakses Senin 13 Maret 2017).
Robbins, Stephen P.,2006. Prilaku Organisasi: Kelompok Gramedia.
Sejarah Negara. Sekilas Tentang OPEC. (Online) (Diakses Senin 13 Maret 2017).
Wikipedia. OPEC. (Online). (Diakses Minggu 12 Maret 2017).

Penulis: 
Mhd. Saifullah
Editor:

Sejarah Pergerakan Kebangsaan Singapura

Gambar Peta Negara Singapura @Sekilas Profil
Latar Belakang
Setelah Perang Dunia II berakhir, Singapura telah kembali lagi kepada kerajaan Inggris. Mulai dari September 1945 sampai bulan Maret 1946 Singapura berada di bawah kekuasaan militer Inggris. Dan Negara-negara The Strait Settlements yang di bentuk oleh Inggris akhirnya dibubarkan dan Singapura berada dibawah Kolonial Inggris. Sejarah politik juga tidak akan lengkap tanpa perspektif sejarah PAP, DAP dan Kemerdekaan Singapura.

Pada bagian pertama, untuk membawa beberapa sejarah yang dan menjelaskan mengapa PAP ada sampai PAP yang kita kenal sekarang. Singapura lebih muda, mungkin saya tidak banyak tahu tentang wawasan berdirinya PAP dan pemimpin sejati. Tapi mudah-mudahan, dalam memahami masa lalu, kita dapat memperoleh pengalaman untuk mempersiapkan diri di masa depan.

Ini bagian pertama akan memberikan beberapa tampilan menarik (mudah-mudahan) ke dalam sejarah PAP 1955-1965. Hal ini juga akan berfungsi sebagai starter untuk 6 pemimpin Singapura, Dr Toh Chin Chye, Dr Goh Keng Swee, Lim Chin Siong, Devan Nair, S Rajaratnam dan Lim Kim San.

• Forum Malaya
Asal-usul PAP dapat ditelusuri ke Forum Malaya dimulai oleh Dr Goh Keng Swee. Forum ini terdiri dari sekelompok mahasiswa yang bertemu di Malaya Hall, Bryanston Square, London. Para mahasiswa berkumpul dari kiri dan kanan dalam perjuangan untuk kemerdekaan Malaya dan Singapura. Dalam kelahiran Malaka, Goh Keng Swee yang berada di London School of Economics adalah ketua pertama. Ia digantikan oleh Toh Chin Chye, yang sedang membaca untuk doktor dalam Fisiologi. Anggota lain termasuk John Eber, Lim Khean Chye, Tun Razak, Gazalie Shafie dan Mohammad Sopiee, beberapa dari mereka menjadi menonjol dalam kemerdekaan Malaya. Namun, keanggotaan tidak pernah melebihi 50. Mereka menganggap diri mereka sebagai sosialisme, sebuah istilah yang banyak bingung dengan Komunisme, yang dimaksudkan untuk "kemaslahatan umat" menurut Dr Toh Chin Chye.

Beberapa dari mereka, dengan semangat kemerdekaan mengambil penyebab politik dan kembali ke Singapura pada tahun 1953. Kemudian, Dr Goh, Kenny Byrne dan Dr Toh membentuk Dewan Aksi Bersama dengan Lee Kuan Yew sebagai penasihat hukum. Itu merupakan bagaimana awal Lee Kuan Yew terlibat dalam politik serikat. Selama itu, Lee Kuan Yew juga penasehat hukum untuk Samad Ismail (editor Utusan Melayu dan mantan tahanan), Lim Chin Siong dan Devan Nair. Para lulusan yang baru kembali dari Cambridge dan London berkumpul dua minggu di tempat bungalow Lee Kuan Yew Straits-Style di Oxley Road.

• Rakyat Baru Partai Aksi
Pada tahun-tahun pertama, perekrutan di kalangan mereka yang berbahasa Inggris tidak berjalan dengan baik. Dr Goh Keng Swee memperkenalkan mitra catur, Dr Lee Siew Choh (kemudian bergabung Barisan socialis) dan Dr Toh membawa Yong Nyuk Lin, yang menikmati karir yang menjanjikan dalam Jaminan Luar Negeri. Hanya segelintir menanggapi Sosialisme Demokrat PAP, dilihat sebagai berbahaya Sayap Kiri. Oleh karena itu jatuh ke Lim Chin Siong dan rekan serikat pekerja: Fong Swee Suan, Devan Nair, James Puthucheary dan Samad Ismail untuk membawa massa: serikat-serikat buruh, para pekerja dan asosiasi sekolah Cina.

Lim Chin Siong memang luar biasa, dia berdemonstrasi di Hokkien dan Mandarin. Demonstrasinya dihadiri sekitar 40.000 orang, yang mana masing-masing terpesona oleh pidato Lin Chin Siong. "Orang Inggris mengatakan Anda tidak bisa berdiri di atas kaki sendiri,"mengejeknya. "Tunjukkan pada mereka! Tunjukkan pada mereka bagaimana anda bisa berdiri ", lalu 40.000 orang melompat ke atas dan menyambut semangat dengan keringat, tinju di udara, berteriak"! Merdeka!.

"Anda harus mengerti," kata Devan Nair", suasana hati orang-orang pada waktu itu sangat pahit karena sangat anti kolonialisme serta pengangguran besar-besaran. Dan bagi rakyat komunis adalah pahlawan. Lim Chin Siong memiliki tanah. Dimana massa yang bersangkutan, pemimpin serikat buruh dan Cina Komunis adalah pemimpin satunya”.

Lim pasti punya rasa hormat dari Lee Kuan Yew. David Marshall berkata, "Chin Siong diperkenalkan kepada saya oleh Lee Kuan Yew. Kuan Yew datang untuk mengunjungi saya di kantor kecil di bawah tangga dan berkata, "Bertemu Perdana Menteri masa depan Singapura!" Lim Chin Siong dan aku tertawa. Lee Kuan Yew berkata,"Jangan tertawa!" Dia adalah orator Cina terbaik di Singapura dan dia akan menjadi Menteri berikutnya Perdana kami!".

• Berdirinya Negara Federasi Malaysia
Ide mengenai penggabungan wilayah-wilayah kolonial Inggris yang ada di Asia Tenggara dengan nama Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM) mendapat kejelasan dari Perdana Menteri (PM) Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM), Tunku Abdul Rahman mengungkapkan gagasan mengenai pembentukan Negara Federasi Malaysia meliputi Negara Persekutuan Tanah Melayu (Singapura, Sarawak, Brunei dan Sabah) pada tanggal 27 Mei 1961 di depan Foreign Correspondent Association di Singapura. Lima bulan kemudian, pada tanggal 13 Oktober 1961 diadakan pertemuan antara Tunku Abdul Rahman dengan Perdana Menteri Inggris Harold MacMillan di London, Inggris. Hasil dari pertemuan penting tersebuat adalah pembentukan panitian penyelidik yang akan mengumpulkan data-data pendapat rakyat mengenai pembentukan Negara Malaysia. Sebagai tindak lanjut, bulan Januari 1962 dibentuk panitia penyelidik yang dinamakann Fact Finding Commision (FFC) yang diketuai Lord Cobbald.

Setelah mengadakan dengar pendapat dari tanggal 19 Februari sampai 17 April 1962, Komisi Cobbald mengeluarkan laporan yang dimuat dalam Report of The Commision of Inquiry, North Bronco and Sarawak. Hasilnya mengungkapkan dua pertiga masyarakat yang diwawancarai menyetujui penggabungan. Pada tanggal 18-31 Juli 1962 di London diadakan pertemuan lagi antara perwakilan Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM) dengan Inggris yang hasilnya menyetujuan rekomendasi Komisi Cobbald dan merancanakan 31 Agustus 1963 sebagai hari kelahiran Federasi Malaysia.

Namun karena dua pertiga rakyat yang hanya menyetujui Negara Federasi Malaysia, menyebabkan timbul pemberontakan dari beberapa golongan yang tidak menyetujuin pembentukan negara tersebut. Pada tanggal 8 Desember 1962, muncul gerakan yang menolak gagasan pembentukan Negara Malaysia di Brunei. Pemberontakan tersebut dikenal dengan Partai Rakyat Brunei (PRB) yang merupakan partai terbesar di Brunei. Pemberontakan dari PRB yang dipimpin Syekh A.M. Azahari sempat memproklamirkan berdirinya Negara Nasional Kalimantan Utara (NNKU) dan membentuk Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU), daerah ini meliputi Sarawak, Sabah dan Brunei. Di daerah lain seperti dari Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM), Singapura dan Sarawak terdapat partai-partai politik yang tidak setuju dengan pembentukan Negara Malaysia. Beberapa partai politik yang tidak menyetujuin pembentukan tersebut seperti partai Labour Party, Partai Rakyat dan Socialis Front dari Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM), Congres Singapura, Parati Rakyat Singapura dan Labour Party dari Singapura, Sarawak United People Party (SUPP) dari Sarawak.

Karena adanya perbedaan itu sehingga terjadi tarik menarik kepentingan dan perbedaan sikap antara pihak yang pro dan kontra terhadap pembentukan Negara Malaysia akan menyebabkan konflik yang berkepanjangan yang melibatkan dunia Internasinal. Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM) yang kemudian membentuk Fedrasi Malaysia yang didukung oleh Inggris dan negara-negara sekutunya berhadapan dengan gerakan Azahari dari Partai Rakyat Brunei (PBR) dari Brunei dan SUPP (Sarawak United People Sarawak) dari Sarawak yang didukung oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Philipina.

Karena adanya perbedaan tersebut sehingga di buat pertemuan dari wakil-wakil dari Malaysia, Indonesia dan Philipina mengenai masalah Malaysia yaitu pada tanggal 10 Juni 1963. Pertemuan tersebut menghasilkan Maphilindo sebagai alternatif soluisi bagi masalah Malaysia. Pada pertemuan tingkat tinggi pada 30 Juli dn 15 Agustus 1963 antara Presiden Indonesia Soekarno, Presiden Philipina Diosdado Macapagal dan Perdana Menteri PTM Tunku Abdul Rahman mendukung Maphilindo dan meminta PBB menyelenggarakan jajak pendapat di Sabah dan Sarawak guna memastikan rakyat kedua wilayah tersebut menyetujui untuk bergabung dalam Federasi Malaysia atau tidak. Keputusan dari KTT di Manila tersebut menghasilkan Manila Accord 30 Juli 1963. Namun jajak pendapat tersebut tidak dilakukan di Brunei, sebab wilayah tersebut sudah memutuskan untuk tidak bergabung dengan Negara Federasi Malaysia.

Menanggapi Manila Accord, Sekretaris Jenderal PBB, U Thant membentuk Misi Michelmore. Misi tersebut tiba di Kalimantan pada tanggal 15 Agustus 1963 dan melaksanakan programnya tanggal 26 Agustus 1963. Dalam jajak pendapat anggota misi berbicara dengan pemimpin-pemimpin kelompok agama, etnis dan buruh, pejabat pemerintahan, pemimpin politik, serta kepala suku di Sabah dan Sarawak. Hasilnya misi PBB tersebut menemukan bahwa mayoritas rakyat yang diwawancarai memilih untuk menggabungkan kedua wilayah mereka dengan Malaka dan Singapura dalam Federasi Malaysia.

• Konflik Dalam Negara Federasi Malaysia
Secara geografis, penggabungan Singapura dengan Negara Federasi Malaysia karena letak Singapura yang sangat strategis untuk sebuah pelabuhan yang maju. Tetapi penggabungan yang dilakukan banyak menuai kontra dari berbagai kalangan yang ada di Malaysia maupun Singapura sendiri, mengingat Singapura merupakan wilayah dengan mayoritas etnis Cina. Orang Melayu sangat khawatir akan tergeser oleh orang Cina, sementara itu isu komunis merupakan isu yang masih hangat di kawasan Asia Tenggara.


Penulis: 
Mhd. Saifullah
Editor:

Asal Usul Batu Hajar Aswad Dalam Sejarah

Gambar. Batu Hajar Aswad. @Doc. Islamiclandmarks.com
Sejarah Asal Usul Batu Hajar Aswad bermula ketika nabi Ibrahim (Abraham) dan anaknya sedang membangun Ka’bah, dimana pada masa itu banyak sekali komponen-komponen yang tidak terpenuhi. Ka’bah waktu itu belum memiliki atap maupun pintu, jadi Ibrahim dan Ismail berusaha keras untuk membawa bebatuan dari beberapa gunung yang ada untuk menyelesaikan konstruksi bangunan tersebut. Hajar Aswad sendiri menjadi sebuah hal penting ketika umat Islam sedang melakukan perjalan Haji, dimana tawaf dimulai dan diakhiri saat para umat yang sedang berhaji menatap batu ini. Selama bertahun-tahun, tak terhitung lagi jumlah orang termasuk nabi Muhammad, para sahabat, dan jutaan umat Muslim yang mencium batu ini ketika mereka sedang melakukan perjalanan Haji.

Menguak Sejarah Hajar Aswad dan Hubungannya dengan Ka’bah
Asal Usul batu Hajar Aswad tidak bisa lepas dari sejarah Ka’bah itu sendiri. Pembangunan Ka’bah, menurut al-Qur’an pada surat al-Baqarah ayat 127 dilakukan oleh Ibrahim dan anaknya, Ismail. Diceritakan bahwa Allah telah menunjukkan pada Ibrahim dimana mereka harus melakukan pembangunan, yaitu tempat yang amat dekat dengan sumur Zamzam, akhirnya Ibrahim dan Ismail mulai mengerjakan konstruksi Ka’bah kira-kira pada tahun 2130 sebelum masehi. Ketika pembangunan ini tengah berlangsung, Ibrahim menyadari bahwa amat banyak komponen-komponen Ka’bah yang tidak mampu dibuat karena kurangnya bahan, sehingga akhirnya ia dan Ismail pergi menyusuri beberapa gunung untuk membawa bebatuan dengan tujuan menyelesaikan konstruksi Ka’bah tersebut.

Bahkan setelah seluruh bagian Ka’bah selesai dibangun, Ibrahim masih merasa bahwa ada satu bagian penting yang hilang. Ada salah satu sumber yang mengatakan bahwa Ibrahim memerintahkan Ismail untuk mencarikan satu batu lagi yang dapat memberi “sinyal” kepada umat manusia. Mendengar hal ini, Ismail pergi dari satu bukit ke bukit yang lain hanya demi mencari batu yang bisa menjadi suar dan memberi tanda kepada seluruh umat manusia, dan pada saat inilah, malaikat Jibril diutus Allah untuk membawakan sebuah batu yang konon katanya dulunya berwarna putih dan memberikannya kepada Ismail. Mendapati batu putih yang indah tersebut, Ismail pulang dan alangkah bahagianya Ibrahim melihat batu yang ia bawa. Ismail kemudian menjawab pertanyaan Ibrahim tentang lokasi batu ini dengan jawaban “aku menerima ini dari seseorang yang tidak akan membebani anak cucuku maupun anak cucumu (Jibril)” kemudian Ibrahim mencium batu tersebut, dan gerakan tersebut kemudian diikuti oleh Ismail.

Sejarah Asal Usul batu Hajar Aswad kembali berlanjut setelah batu diletakkan oleh Ibrahim di sudut timur Ka’bah. Tepat setelah melakukan hal itu, Ibrahim mendapat wahyu dimana Allah memerintahkannya untuk pergi dan memproklamirkan bahwa umat manusia harus melakukan ziarah agar Arabia bisa didatangi oleh orang-orang dari tempat yang jauh. Beberapa peneliti percaya bahwa Ka’bah benar dibangun pada tahun 2130 sebelum masehi. Penanggalan ini dinilai konsisten dengan kepercayaan umat Muslim bahwa Ka’bah merupakan masjid pertama dan tertua dalam sejarah. Menurut literatur kaum Samaritan, dalam buku yang berjudul Secrets of Moses tertulis bahwa Ismail dan anak tertuanya, Nebaioth adalah orang yang membangun Ka’bah dan juga kota Mekah. Buku ini dipercaya telah ditulis pada abad ke-10, sementara ada pendapat lain yang menganggap buku ini ditulis pada paruh kedua abad ke-3 sebelum masehi.

Hajar Aswad sendiri sebenarnya sudah menjadi sesuatu yang dihormati bahkan sebelum dakwah tentang Islam oleh Muhammad. Ketika era Muhammad tiba, batu ini juga sudah diasosiasikan dengan Ka’bah. Karen Armstrong dalam bukunya yang berjudul Islam: A Short History, menuliskan bahwa Ka’bah didedikasikan kepada Hubal, salah satu dewa dalam kepercayaan Nabatea, dan di dalamnya ada 365 berhala yang tiap-tiapnya merepresentasikan satu hari dalam satu tahun. Menurut Ibnu Ishaq yang merupakan biografer Muhammad di era awal, Ka’bah sendiri dianggap sebagai dewi, tiga generasi sebelum Islam muncul. Kultur semitik Timur Tengah juga memiliki tradisi untuk menggunakan batu-batu asing sebagai penanda tempat penyembahan, sebuah fenomena yang tertulis baik di Injil Yahudi maupun Qur’an.

Pada era Nabi Muhammad SAW, sejarah batu Hajar Aswad menjadi penting saat beberapa klan di Mekah berkelahi untuk menentukan siapa yang pantas meletakkan Hajar Aswad kembali ke Ka’bah setelah renovasi akibat kebakaran besar. Setelah sebelumnya hampir terjadi perang, para tetua klan mulai menyetujui usulan bahwa mereka harus bertanya kepada orang berikutnya yang melewati gerbang Ka’bah, dan kebetulan orang itu adalah Muhammad yang masih berusia 35 tahun. Setelah mendengar pokok permasalahan, Muhammad meminta para pemimpin klan untuk membawakannya sebuah kain, yang kemudian ia gunakan untuk meletakkan Hajar Aswad di bagian tengah kain tersebut. Setelah diletakkan, Muhammad meminta setiap ketua klan untuk memegang sisi ujung dari kain tersebut, mengangkatnya, dan membawanya ke posisi yang tepat untuk meletakkan Hajar Aswad. Setelah tiba di tempatnya, Muhammad sendiri yang mengambil dan meletakkan Hajar Aswad di posisi yang seharusnya, dan hal ini berhasil menggagalkan perang yang mungkin terjadi di antara klan-klan Mekah tadi.

Sejarah mengenai batu Hajar Aswad terus berlanjut tapi sebelumnya ia sempat mengalami beberapa kerusakan yang signifikan. Batu ini juga diceritakan pernah pecah oleh batu yang ditembakkan oleh katapel saat terjadi penyerangan Mekah oleh Umayyad. Fragmen-fragmen batu yang pecah itu kemudian disatukan kembali oleh Abdullah Ibnu Zubayr menggunakan perak. Pada tahun 930, batu tersebut dicuri oleh kaum Qarmati hingga ke tempat yang sekarang bernama Bahrain. Kini, batu ini menjadi bagian penting dalam upacara keagamaan umat Islam, yaitu ketika mereka melaksanakan haji.

Sekian artikel singkat mengenai asal usul batu hajar aswad, semoga menjadi pengetahuan baru untuk anda semua. Terima kasih telah mengunjungi halaman kami Kumpulan Sejarah.


Sumber:
Editor:
Back To Top