Partai Bersatu Atjeh (PBA) - Menulis Sejarah l Catatan Dunia

Tuesday, July 11, 2017

Partai Bersatu Atjeh (PBA)

Partai Bersatu Atjeh (PBA)

Lambang Partai Bersatu Atjeh (PBA). @Doc. Wikipedia.
Dari jalur akademik berkiprah di jalur politik. Lebih dikenal sebagai politikus di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan Jakarta daripada seorang dosen di kampus Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Pada masa reformasi, Ahmad Farhan Hamid bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) di Aceh hingga akhirnya menjadi anggota DPR selama dua periode hingga tahun 2009.

Ketika kran partai politik lokal dibuka di Aceh, anggota dewan Pimpinan Pusat PAN ini mendirikan Partai Bersatu Atjeh (PBA). Partai yang memiliki logo bintang segi delapan mengawal peta Aceh yang diharapkan menjadi pemersatu berbagai etnis di Aceh. Seperti lima partai lokal lainnya, PBA juga menganut pluralisme dan keterbukaan. Misi PBA mencerdaskan serta membangun kehidupan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan. Pada mulanya, anggota PAN Aceh melancarkan protes kepada Farhan yang mendirikan partai politik lokal. Protes tinggal protes, Farhan terus melangkah sebab ini tidak bertentangan dengan peraturan di PAN.

PBA dideklarasikan di Banda Aceh pada 27 Januari 2008 oleh delapan pengagas dan memiliki cabang di 20 kabupaten kota.

Siapa saja target partai ini?  Sebagai salah satu inisiator PAN di Aceh, diharapkan simpatisan PAN atau warga lain akan memilih Parlok. Namun ini bukan hal gampang sebab warga dihadapkan untuk memilih calon legislatif yang diusulkan oleh PBA, PAN atau Partai Matahari Bangsa yang merupakan pecahan PAN. Farhan bertekad, partai ini menjadi wadah pemersatu masyarakat Aceh dan menjembatani aspirasi politik lokal.

Walaupun mendirikan PBA, justru Farhan mencalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Kemungkinan besar, PBA dibentuk sebagai kendaraan agar dirinya lebih akrab dengan pemilihan. Maju sebagai DPD bukanlah hal gampang sebab harus bersaing dengan 29 calon DPD lainnya yang siap bertarung untuk mendapatkan empat tiket sebagai anggota DPD Senayan Jakarta. Langkah membentuk Parlok sebagai sekoci juga dilakukan oleh anggota DPD asal Aceh Mediati Hafni Hanum yang mengusung Partai Darussalam Aceh di Banda Aceh. Namun partai yang diproklamirkan pada 7 Juli 2006 namun tidak lulus uji baca Quran kembali mendaftar menjadi calon DPD untuk periode 2009-2004. 

Ketua Umum Dr. Ahmad Farhan Hamid MS, Sekretaris Muhammad Saleh SE, Bendahara H. Ridwan Yusuf SE, dan Kantor PBA berada di Jalan Gabus, No.6, Bandar Baru, Banda Aceh.


Sumber:
Kawilarang, Harry. 2010. Aceh dari Sultan Iskandar Muda ke Helsinki. Banda Aceh: Bandar Publishing.

Editor:
Menulis Sejarah

No comments:

Post a Comment