Pemimpin Penolak Perbudakan - Menulis Sejarah l Catatan Dunia

Friday, March 30, 2018

Pemimpin Penolak Perbudakan

Abraham Lincoln

Pemimpin Penolak Perbudakan

Abraham Lincoln. (Doc. Istimewa)
Abraham Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat ke-16. Ia lahir di Hardin Country, Kentucky, pada 12 Februari 1809 dan meninggal di Washington DC tanggal 15 April 1865. Dalam karirnya ia dikenal sebagai tokoh yang mempertahankan kesatuan bangsa dengan menghapus perbudakan di Amerika Serikat.

Lincoln kecil hanyalah anak seorang tukang kayu. Ibunya meninggal saat ia masih kecil. Ketika sang ayah menikah lagi, Lincoln pun diasuh oleh ibu tirinya hingga dewasa. Jiwa merakyat Lincoln muncul di masa remaja, kala itu pada tahun 1828, ia menyewa kapal angkut untuk membawa muatan menuju New Orleans. Di situlah ia pertama kali menyaksikan perbudakan, ia kemudian berjanji kepada dirinya bahwa kelak ia akan menghapus praktik perbudakan tersebut.

Meski tidak mengenyam pendidikan resmi, karena otodidak, Abraham Lincoln yang gemar membaca pada akhirnya berhasil menjadi seorang pengacara. Di awal karirnya, ia sempat berkenalan dan menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Anne Rutledge. Dari ayah Anne Rutledge lah yang menyarankan Lincoln untuk terjun ke dunia politik.

Gayung bersambut, tidak butuh waktu lama, pada tahun 1834, Abraham Lincoln terpilih menjadi anggota DPRD untuk wilayah Illinois. Kemudian terpilih kemabali pada tahun 1838 dan tahun 1840. Pada masa ini, ia bertemu dengan Mary Owens dan menikahinya di tahun 1841. Setahun pernikahan mereka, Lincoln membuka biro hukum dengan seorang temannya bernama William H Herndon.

Karir Abraham Lincoln sempat terhenti karena terpilih sebagai anggota kongres di tahun 1846. Namun karena ia mengusulkan undang-undang untuk mengakhiri perbudakan di distik Columbia, maka keanggotaannya tidak diperpanjang. Lincoln kecewa, ia menghentikan kegiatan politiknya untuk beberapa waktu dan kembali fokus pada biro hukumnya.

Di tahun 1854, Lincoln kembali ke dunia politik karena isu perbudakan di negeri kembali menghangat. Kala itu masyarakat Amerika terbelah menjadi dua, wilayah utara menentang perbudakan sedangkan wilayah selatan mendukung perbudakan. Ia pun berjuang untuk merebut kursi dalam senat AS, namun dalam putaran pertama ia kalah bersaing dengan Stephen Douglas yang mendukung perbudakan.

Abraham Lincoln tidak menyerah, nyatanya pada Bulan Mei 1860, ia terpilih sebagai calon presiden dari Partai Republik. Dan setelah pemilihan, pada 4 Maret 1861, ia resmi memenangkan Pemilu dan terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-16. Namun sayangnya, ini adalah awal dari perang sipil di Amerika Serikat karena empat hari setelah Abraham Lincoln menjadi presiden, negara bagian selatan itu keluar dari Federasi Amerika Serikat. Perpecahan tersebut, kemudian memuncak hingga menyebabkan terjadinya perang saudara di Amerika Serikat dari tahun 1861-1865.

Pada pertengahan perang saudara, Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Pembebasan dengan menyatakan semua budak belia di negara-negara bagian ataupun daerah-daerah negara-negara bagian yang melawan Amerika Serikat akan bebas mulai 1 Januari 1863. Proklamasi itu mencetuskan semangat semua orang yang memperjuangkan kebebasan dan menjadi pendorong ke arah penghapusan perbudakan di seluruh Amerika Serikat.

Di tengah kemenangan militer Amerika Serikat (Utara) pada akhir perang saudara, Abraham Lincoln terpilih kembali pada tahun 1864 menjadi presiden. Namun, setahun kemudian tepatnya 18 April 1865, saat Amerika Serikat sudah memasuki masa damai, Presiden Abraham Lincoln ditembak kala menyaksikan teater Ford, Washington. Ia pun segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, akan tetapi keesokan harinya nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Sumber:
Syahputra, Arbi. 2018. 100 Tokoh Modern Paling Berpengaruh di Dunia. Yokyakarta: CV. Solusi Distribusi.

***
Editor: Menulis Sejarah

No comments:

Post a Comment